Dunia khayalan ini tampak indah, orang dungu terselimuti kegelapan terikat oleh dasar kehidupan.
Dengan menjadi musuh bagi diri sendiri, orang dungu melakukan tindakan buruk yang akan membawa buah pahit.
Terbekali dengan empat kualitas seorang bhikkhu layaknya tinggal di hutan terpencil dan pondok di alam bebas.
Berawal dari bencana kekeringan di negeri Pancala ke penyelamatan naga di dasar telaga hingga ke sabuk ajaib dan tertangkapnya Manohara di telaga alas Himalaya.
Pendidikan karakter berdasarkan Buddhadharma, kecerdasan majemuk, psikologi anak, serta badan standar nasional pendidikan 2006 dan penerapan KTSP.
Inilah para siswa Buddha yang bertindak baik dan lurus serta patuh dan layak terima pemberian dari Sang Buddha.
Ada tiga cara menimbun kebajikan. Tiga cara itu adalah memberi dan menjaga moral serta mengembangkan batin.
Bagaikan lebah yang meninggalkan bunga, tanpa merusak warna dan harumnya setelah mengambil sarinya.
Buku unik yang disusun berdasarkan kitab Tipitaka ini berisi sketsa kehidupan Buddha Gotama dan riwayat hidup 74 Mahasavaka.
Batin ini sulit dikendalikan, liar menyinggahi apa pun yang diinginkannya. Menundukkan batin itu baik.