Sore itu Franklin, Harriet, dan kedua orang tua Franklin piknik ke danau untuk makan malam di musim panas. Franklin mengajak Goldi. Dengan pelan ia membawa akuariumnya ke danau lalu meletakkannya di tepi danau. Sebelum makan, Franklin dan Harriet bermain kejar-kejaran. Tanpa sengaja kaki Harriet menyenggol akuarium itu sehingga Goldi pun terlempar masuk ke danau. Franklin sangat marah dan sedih…
Franklin sangat senang bermain sepak bola. Kadang-kadang Franklin tidur sambil membawa bolanya. Bahkan, Franklin sering bermimpi mencetak gol. Kenyataannya Franklin belum bisa menendang bola dengan baik. Franklin juga belum pernah membuat gol. Begitu juga dengan tim sepak bolanya, sehingga mereka selalu kalah dalam pertandingan. Tim Bearlah yang selalu menjadi pemenang. Akhirnya Franklin bisa m…
Suatu hari ibu Bear datang ke rumah Franklin untuk menemui ibu Franklin. Franklin melihat ibu Bear menyerahkan sebuah tas kepada ibu Franklin. Franklin ingin tahu apa isi tas itu. Ibu Franklin bilang bahwa itu hadiah ulang tahun Bear dari ibunya. Ibu Bear menitipkan hadiah itu kepada ibu Franklin karena khawatir Bear mengintip hadiahnya. Franklin lalu bilang kepada ibunya bahwa ia tidak pernah …
Suatu hari, Franklin akan bermain di rumah pohon bersama Bear dan teman-temannya. Harriet dan Beatrice ingin ikut bermain. Semula Franklin menolaknya, tetapi akhirya adiknya ikut serta. Ternyata mereka menemukan permainan yang mengasyikkan. Permainan apakah itu?
Franklin bisa menyebutnya nama-nama bulan dan nama-nama musim dalam setahun. Ia juga bisa membaca termometer dan mengeceknya setiap hari. Franklin sangat memperhatikan cuaca karena ia sangat taku dengan badai. Suatu hari Franklin hendak pergi ke rumah Fox, namun di luar sangat gelap, langit penuh dengan awan hitam yang sangat tebal. Setibanya di rumah Fox, hujan badai turun. Untunglah mereka su…
Franklin sangat menyukai selimut birunya. Mula-mula selimut itu besar, lembut, dan tepinya berlapis kain satin. Tetapi, lama kelamaan, karena terlalu sering dipakai, selimut itu menjadi berlubang-lubang dan tepinya compang-camping. Setiap tahun, Franklin bertambah besar dan selimutnya terasa semakin kecil. Suatu malam, Franklin tidak berhasil menemukan selimutnya. Ia tidak bisa tidur nyenyak ta…
Franklin tahu nama-nama hari, nama-nama bulan, dan nama hari libur di sepanjang tahun. Hari itu adalah hari Valentine. Franklin sedang menyiapkan kartu ucapan yang telah ia buat untuk semua temannya. Franklin memeriksa kembali kartu-kartu itu. Ia tidak ingin ada teman yang terlupa.
Mengisahkan tentang Franklin bermain bersama dan memiliki petualangan seru bersama adiknya si Bayi Beruang.
Franklin sudah bisa menyebutkan angka satu sampai sepuluh secara urut dan bisa menyebutkan abjad. Ia suka menggambar dan paling suka pelajaran "Tunjukkan dan Ceritakan". Maka, ketika Pak Owl memberi tugas, Franklin sudah siap mengerjakannya. Franklin menggambar teman-teman dan lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Ia menyebut rumah, toko, taman, rumah sakit, lapangan sepakbola sebag…
Franklin belum bisa naik sepeda tanpa roda penolong. Beaver, si berang-berang, paling berani dan paling rajin berlatih naik sepeda. Ia yang pertama kali berani melepas roda penolong sepedanya. Beberapa hari kemudian, teman-teman Franklin sudah bisa naik sepeda tanpa roda penolong. Franklin melepas roda penolong sepedanya dan mulai berlatih dengan dibantu ibunya. Franklin jatuh, ia merasa tidak …