Buku ini tentang sejarah ajaran agama Buddha dan buku ini dinilai sangat penting karena disusun oleh masing-masing sangha dan majelis agama Buddha.
Buku ini ditujukan bagi dua jenis pembaca. Yang pertama adalah para pembaca yang belum mengenal dekat ajaran Buddha. Kedua, yang menjadi sasaran buku ini adalah mereka yang sudah mengenal sutta, namun tidak mampu melihat bagaimana sutta-sutta salaing terkait menjadi satu kesatuan yang dapat dipahami.
Dhammapada merupakan bagian dari Tripitaka yang memuat banyak intisari ajaran Buddha, mengandung makna dan kearifan kehidupan nyata yang disuarakan oleh Buddha Gotama sejak 2600 tahun silam.
Kitab Suci Dhammapada memuat sabda - sabda Guru Agung Buddha Gotama yang tergubah dalam bentuk syair (Gatha). Terdapat 423 syair dikelompokan menjadi 26 bab (vagga). Setiap syair mempunyai latar belakang peristiwa yang terjadi sebelum syair itu dibabarkan oleh Guru Agung Buddha.
Kesadaran bahwa hidup seharusnya tidak perlu bergerak begitu cepat mengikuti arus dunia dan bahwa hakikat kita sebagai manusia dan makhluk ciptaan Ilahi justru dapat disadari dalam keheningan menjadi kerinduan yang perlu kita tumbuhkan kembali dari tidur. Ajahn Brahm dalam buku Bukan Siapa Siapa mengajak pembaca untuk lebih mengenal dan menghayati momen meditasi.
Buku ini memaparkan sesungguhnya agama itu, titik persamaan ajaran dalam setiap agama dan keyakinan.
Buku ini untuk orang dari setiap keyakinan, religius dan non-religius.