Buku ini sendiri menceritakan kisah perjalanan hidupnya. Dorongan untuk membagikan kisah hidupnya pun bukan karena berbagai pengalaman indah yang ia rasakan. Namun, justru karena pengalaman pahit yang ia rasakan di negeri ini sebagai kalangan minoritas.
Buku mungil ini menyingkap sisi pribadi dan falsafah hidup Ajahn Brahm. Dimulai dari kilas balik msa kecil Ajahn Brahm, motivasinya dari ilmuwan menjadi biksu hutan, suka-duka merintis komunitas di benua asing, mengajar di penjara, sampai tema kontemporer seperti maraknya konsumerisme, sistem pendidikan, dan kepemimpinan.
Ketika Max Morden—seorang ahli sejarah seni—kembali ke kampung tepi pantai tempat dia liburan masa kecilnya, dia seperti melarikan diri dari duka masa kini dan menghadapi trauma masa lalu. Pada musim panas sebelumnya, keluarga Grace datang seolah-olah dari dunia lain. Karena tertarik kepada anak kembar keluarga Grace yaitu Chloe dan Myles, Max segera terjerat dalam hidup mereka yang menggod…
Kenali lebih dekat Albert Einstein melalui buku biografi bergambar yang menarik.
Era 1860-an. Kekuatan keshogunan Tokugawa sudah sedemikian lemah karena adanya perselisihan internal di ibukota. Hingga pada tahun 1867, pasukan dari domain-domain feodal berhamburan memasuki Kyoto dengan dalih untuk menjaga Kaisar. Kelompok ini dipimpin para samurai-birokrat muda, yang telah mempelajari teknologi Barat dan berharap dapat memodernisasikan negeri tersebut. Hanya ada dua pilihan …
Buku ini berisi tentang riwayat perjuangan para pahlawan yang memiliki semangat yang luar biasa untuk mewujudkan bangsa ini terbebas dari segala penjajah.
Salah satu tokoh pemuda yang menjadi pemimpin dan pejuang bangsa pada era pemerintahan kolonial Belanda. Gani memiliki wawasan luas, ia menguasai bidang kesehatan dan politik.
Buku ini menyajikan sejarah terciptanya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Menjelaskan makna setiap bait dari lirik Indonesia Raya.
Buku penuh fakta ini menceritakan tentang semua penemuan, karya cipta, gagasan yang telah membuat dunia sebagaimana adanya saat ini.
Kehadiran Soedirman di Palagan Ambarawa memberikan napas baru.. Dengan ketangkasannya sebagai seseorang prajurit, ia mengkonsolidasi dan megkoordinasikan pasukannya menyerang pasukan Belanda. Ia dan pasukannya merangsek ke depan menembus hujan peluru senjata musuh. Tekadnya bulat: "rawe-rawe rantas.Malang-malng putung!!" membebaskan Ambarawa atau gugur sebagai ranta di pangkuan pertiwi.