Lanjutan dari Mr. Sunshine 1. Ae Shin dan Eugene mau tidak mau harus mengorbankan cinta mereka. Dong Mae yang mengharapkan Ae Shin pun dihadapan dengan dua pilihan, tetap menjadi pihak Jepang atau membantu Joseon demi Ae Shin. Hee Seong tak mau kalah, ia mengorbankan rasa sukanya pada Ae Shin dengan membatalkan pernikahan mereka. Hina Kudo pun akhirnya membuat pilihannya, meski ia sendiri yang …
Orang-orang muda mendapatkan ide bodoh bahwa apa yang baru bagi mereka pasti juga baru bagi semua orang. Tidak peduli seberapa tidak konvensionalnya mereka, mereka hanya mengulangi apa yang orang lain lakukan sebelumnya. Ini mengikuti Kazu, pemilik usia menengah dari sebuah restoran Jepang kelas atas yang melayani politisi. Dia bertemu dengan seorang duta besar semi-pensiunan, Noguchi, tumbuh u…
Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke por…
Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintas punngung Sumatra menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamika walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah ibunya: belajar di pondok.
Next to the exhortation at the beginning of Moby-Dick, "Call me Ishmael," the first sentence of Jane Austen's Pride and Prejudice must be among the most quoted in literature. And certainly what Melville did for whaling Austen does for marriage--tracing the intricacies (not to mention the economics) of 19th-century British mating rituals with a sure hand and an unblinking eye.
Max Havelaar, ditulis oleh Eduard Douwes Dekker, mantan asisten Lebak, Banten, abad 19. Douwes Dekker terusik nuraninya melihat penerapan sistem tanam paksa pemerintah Belanda yang menindas bumiputra. Dengan nama pena Multatuli, yang berarti aku menderita, dia mengisahkan kekejaman sistem tanam paksa yang menyebabkan ribuan pribumi kelaparan, miskin dan menderita. Diperas oleh kolonial Belanda …
Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan mel…
"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."