Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang mencintai, tapi dikhianati. Juga yang mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal yang baik untuk hati. Kepada orang-orang yang diam-diam jatuh cinta, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu.
Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya. Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu. Namun, aku sadar. Harapan…
Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang. Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja. Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.
Milea kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja. Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.
Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang salah. Sesuatu yang seolah menyakitimu. Kau dan aku pernah sepakat, bahwa bukan cinta yang menyakiti manusia. Sebab pada hakikatnya, cinta adalah kebahagiaan, walaupun patah hati tetap saja bisa menjadi kenangan tidak menyenangkan yang berulang.
Tak ada cara untuk menggambarkannya dengan tepat. Tapi coba bayangkan ada sepuluh ribu ikan piranha yang menyergapmu langsung. Kau tak mungkin berpikir. Tak mungin mengucapkan kalimat perpisahan apalagi membacakan wasiat. Lupakan untuk berpisah dengan manis dan mesra seperti di film-film. Listrik membunuhmu dengan sensasi.
Bagi Ikal dan Arai, kemiskinan boleh mengambil segalanya, kecuali satu: mimpi. Mereka letakkan mimpi setinggi-tingginya. Dua anak kuli timah itu mencurahkan segenap tenaga. Meskipun demikian, manisnya hidup tak boleh lalai dilewatkan. Di sela kesibukan belajar di sekolah menengah, selalu saja ada celah untuk menikmati masa remaja. Mencuri-curi waktu menonton bioskop, mengejar cinta pertama, ada…
Hari itu Arkha ulang tahun. Dia akan mengadakan pesta cokelat di rumahnya. Kue ulang tahun super besar, makanan super nikmat, bahkan parfum Arkha pun berbau cokelat. Intinya, segala macam pernak-pernik ulang tahunnya sengaja diberi warna cokelat dan dibuat dari cokelat. Hmm... yummy banget ya kelihatannya! Di pesta cokelat itulah Arkha menemukan sahabat sejatinya: Nixie, Vishya, Lita, dan Livia.
Silvermist tidak pernah panik. Ia peri-bakat-air yang paling tenang, setenang air danau yang dalam di pegunungan. Tapi kemudian seekor kepik putih yang "membawa sial" hinggap di kepalanya, dan dunianya yang teratur jadi kacau-balau. Ia mulai kehilangan barang, mengalami kecelakaan, dan melakukan berbagai kesalahan.... Silvermist tidak percaya takhayul. Tapi mengingat semua musibah itu terjadi s…