Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs ini disusun untuk peserta didik yang ingin memahami ilmu pengetahuan sosial lebih mendalam. Buku ini dirancang sesuai Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Buku ini menyajikan materi esensial, kegiatan, dan soal-soal yang akan membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Pernahkah kita merasa bahwa anak-anak susah sekali diatur? Mereka membangkang, membantah, dan bertindak semaunya. Berhenti berpikir bahwa yang harus berubah adalah anak-anak. Kuncinya adalah pengasuhan berkesadaran karena sebelum mendisiplinkan anak, perilaku yang bisa kita kendalikan sebenarnya adalah diri kita sendiri.
Montessori akan menunjukkan kepada Anda bahwa ada cara yang lebih damai untuk menghadapi balita. Selain itu, Montessori akan membantu Anda menanam benih agar dapat membesarkan anak yang penuh rasa ingin tahu dan bertanggung jawab, demi masa depannya.
Buku serius pertama tentang orang Cina Khek di Singkawang, Kalimantan Barat. Dikerjakan selama 15 tahun dengan studi kepustakaan di Indonesia, Singapura dan Belanda juga wawancara langsung orang Cina Khek. Hasilnya sebuah karya yang gamblang dan menyeluruh mengenai masyarakat Cina Khek di Singkawang.
Kegiatan pengantar pembelajaran (apersepsi) merupakan kegiatan sederhana yang bermanfaat untuk memberi stimulus kepada siswa sebelum memulai proses belajar.
Buku ini disusun untuk mendukung implementasi kurikulum 2013 yang mengedepankan aktivitas belajar peserta didik. Karena buku ini dilengkapi dengan aktivitas individu dan kelompok sebagai panduan bagi peserta didik.
Buku ini disusun untuk mendukung implementasi kurikulum 2013 yang mengedepankan aktivitas belajar peserta didik. Karena buku ini dilengkapi dengan aktivitas individu dan kelompok sebagai panduan bagi peserta didik.
This book is aimed at examining the most common problems which beset us today as parents, husbands, wives, children, in our daily lives.
Globalisasi merupakan fenomena yang sering kita dengar. Beberapa orang membicarakannya dengan baik, sedangkan yang lainnya tidak, dan ada pula yang tidak mengetahui secara pasti apa itu globalisasi.
Kemerosotan nilai-nilai moral telah menjadi semacam lampu merah yang mendesak semua pihak seperti lembaga pendidikan. Banyak bukti menunjukan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter harus bersinergi dengan lembaga pendidikan.