Aku mempunyai seorang eyang. Meskipun bukan eyang kandungku, aku sangat sayang kepadanya. Aku selalu menyebutnya Kakung. Namanya, sih, Eyang Rendra. Aku bangga menjadi cucunya. Apalagi, aku selalu dianggap sebagai jimatnya. Padahal, kan, itu hanya selorohnya saja. Hehehe... Aku sangat senang bisa mengenal Eyang Rendra karena dia penyair yang hebat dan sangat terkenal. Aku pernah dijadikan asist…
Siang tu, britty yang biasanya baik, menyalak kepadaku. Dia seolah-olah memarahi aku di depan Mang Ajang dan Mas Wiwis. Aku juga balas memarahinya. "Kamu kenapa, sih? Aku tidak salah apa-apa tapi kamu menggonggong terus ke arahku!" ujarku pada Britty. "Mungkin, dia kangen sama kamu. Kamu kan, sudah lama tidak main-main dengan dia," ujar Mang Ajang. "Tapi, aku enggak suka digalakin seperti itu!"…